Monday, July 8, 2013
Nisan
Saya bermimpi. Mimpi yang tidak dimaui oleh kebanyakan orang. Tapi bagi saya itu merupakan hal yang luar biasa. Saya mimpi mati. Ya mati. Dalam kematian itu saya bisa melihat apapun yang saya mau. Sebuah anugrah yang tidak saya dapat semasa hidup. Luar biasa bukan? Bak superhero saya menembus dan mengatasi segala halangan dan tidak ada satu hal pun yang dapat menghentikannya. Sungguh mengagumkan.
Hal yg unik adalah seragamnya. Kain ihram. Pakaian yang biasanya digunakan untuk ibadah haji ini digunakan untuk seragam superhero tadi. Mengapa tidak? Toh itu jauh lebih sopan daripada seragam superhero yang pasti biasanya ketat. Memang sih menutup aurat, tapi bukannya malah menonjolkan aurat. Hal bodoh yang diadaptasi oleh para wanita (berhijab) tapi masih suka mengenakan celana senam untuk jalan-jalan. Bagi mereka mungkin lumrah dan modis, tapi bagi saya itu menjijikan. Bolehkan jika tubuh yang terbalut celana senam tadi adalah tubuh yang aduhai, bagaimana jika yang mengenakan adalah wanita umur 35 th, dengan tinggi 160, dan berat badannya 85 kg, menunggang motor matic. Pasti akan ada yang berteriak : BERUANG SIRKUUUUSSSS!!!
Balik lagi ke mimpi saya. Di atas makam saya ada nisan tertulis nama saya. Saya bisa membacanya seolah saya belum mati. Padahal dalam mimpi saya, saya itu mati. Kabar apakah ini? Saya masih belum bisa mengolahnya, mencernanya, menelaahnya. Pertanda apakah? Allah Hualam.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment