Senin esok adalah hari pertama masuk sekolah. Tidak dengan yang sudah kuliah, mereka masih libur sepertinya. Sebuah hari besar bagi mereka yang naik sekolah ke jenjang lanjutan, baik itu Madrasah, SMP, SMA, SMK Swasta maupun negeri. Hal yang mengusik saya untuk menuliskannya adalah saat mereka nanti akan duduk di kursi pilihan mereka.Mengapa?
Karena kedudukan mereka di kursi sekolah belum tentu melalui jalan yang sesuai alur penerimaan siswa baru sekolah (setiap sekolah dan daerah pasti berbeda alurnya) yang lagi trend di Kota Balikpapan adalah penggalangan massa untuk jelang PILKADA 2014, yaitu dengan "titip" daftar di sekolah favorit. Jadi pejabat berpengaruh di dewan(entah dewan apa namanya) yang akan nyalon kembali sebagai pejabat, memberikan secarik memo kepada sekolah untuk dimintakan jatah "kursi" untuk beberapa nama tertulis. Bila hal ini tidak bisa, maka yang dilakukan adalah memberikan memo ke satuan kerja di atas sekolah, yaitu diknas kota. Siapa sih yang tidak mau sekolah di sekolah favorit? Nah cara mendapatkan jatah "kursi" sudah berlangsung dari tingkat sekolah. Tidak heran hal itu mendarah daging ke tingkat lanjut.
Saya tidak tahu pasti berapa siswa yang dijatahkan lewat jalur "khusus" ke sekolah favorit. Yang jelas praktik semacam itu jelas tidak adil bagi calon siswa berprestasi yang akhirnya terdepak dari sekolah favorit hanya karena surat "ajaib" dari langit. Saat ini istilah masuk sekolah lewat belakang sudah basi, yang berlaku saat ini adalah jebol tembok, jebol atap, atau lompat jendela. Karena pintu belakang sudah dijaga satpam sekolah. Mungkin esok akan lahir atlit terbaik negeri ini, yaitu atlit lompat galah. Semoga kursi yang didapat dengan cara "hebat" ini tidak berlanjut di kursi-kursi yang lain. Selamat bersekolah kawan muda. :))
No comments :
Post a Comment