Membeli takjil dan hidangan pelengkap buka puasa sudah jadi budaya untuk sebagian muslim yang menjalankan ibadah Puasa Ramadhan. Tapi tahukan bahwa pedagang yang berjualan tidak semuanya jujur? Yup, kemarin saya kena jebakan takjil.
Kisahnya sepulang saya menjemput istri dari kantornya, kami mampir untuk shalat ashar di Masjid Raya. Tepat di samping masjid disediakan areal untuk para pedagang takjil menggelar dagangannya. Sembari survey saya sempat mampir dan bertanya hidangan dan harga hidangan tersebut. Sampailah pada sebuah lapak yang menjual sayur dan lauk. Maka terjadilah transaksi.
"Ini apa Bu?" tanya saya.
"Itu pepes ikan Patin, satunya 25.000" jawab si Ibu.
Istri saya tertarik pada sayur tahu kikil.
"Kalau sayurnya itu berapa? tanya istri saya
"10.000 satu porsi" jawab si Ibu lagi.
"Iya deh, sayur tahu kikilnya satu porsi, pepes patinnya satu"
Setelah selesai kami mampir untuk mencari mendoan, puter2 akhirnya dapetnya di seputaran bengkel KMPRT STUDIO. Belilah istri saya mendoan. Lalu kami kembali ke rumah.
Sampailah waktu berbuka. Makanan yang kami beli tadi kami bongkar semuanya.Kecewalah kami... Pepes ikan Patinnya cuma sepotong. Kira-kira besarnya satu setengah bungkus rokok, dan yang membuat tambah dongkol adalah sayur tahu kikilnya. Ternyata sudah BASI. Sial bener. Mendoan yang dibeli dengan harga sepotong 1500 juga keras. Ni mendoan atau apa?
Kami tetap berbaik sangka walau sial menimpa kami. Mungkin kurang sedekah, mungkin agar lebih bersabar. Allah tahu apa yang tebaik bagi umatnya. Buat si Ibu sayur tahu kikil, cek kelayakan makanannya ya Bu. Jangan cuma kejar setoran, kalau Anda yang ada di posisi saya pasti juga nyap nyap kan?
foto : si sayur basi

No comments :
Post a Comment