Monday, June 21, 2010

Menara Pinus

Part 1

Masih ingin menyambangi hutannya yg teduh. Dengan riuh suara menyayat ego, serta mendulang berbingkai-bingkai warna hijau dan oranye.

Mengepul-ngepul berbagi asap dan basahnya kerongkongan oleh aroma. Api yg memakan bara, berkerak dalam lubang. Kutuang lagi, lagi dan lagi. Tak puas juga mereguk nikmat.

Di balik punggung dingin merayap. Beban.
Carrier merah yg menyalakan gelap. Berkelebat menyingkap gerbang sakit jiwa. Kukunyah saja getir di tengkuk. Merinding dan berkelebat.


Part 2

Masih dalam bejana hidup dan mereaksikan otot pikiran. Brainstorming tentang kondisi medan laga. Bla bla bla...

Senjata telah dilumasi, amunisi penuh dikotak peluru. Siap tempur dan siap hancur. Istirahatkan jasadmu sekarang!

Upatku!! Musuh tak kunjung tiba sambut peluru. Sudahlah merendah dan membumi saja, menyatu ke tanah basah yg dihujani kilatan petir sore tadi. Dalam gelap (lagi) menjadi teman. Adrenalin berayun. Lelap menghujat.


Sampaikan padaku temuan cerah cahaya di timur.

-bppncaveroom 00:10-


Part 3

Biadab menggurat jejak dibatu. "Aku taklukkan angkuhmu!" Injak, tendang, iris, bacok, pukul. Pun tetap bisu. Teriring deras mendinginkan getah tangis pinus teraniaya.

Tebal nyali kota hitam dan hijau buatan. Di sini tetap biru, hijau, putih. Meninggalkan oranye dan merah muda di horizon.

-bppncaveroom 110410/00:43-

No comments :