Aaah...
Masih saya dia membayangiku, berkelebat sesaat dan menghilangkan jejak-jejak di kepalaku. Bosan sudah menyisihkan memoar dalam katup mimpi. Yah, jika tak bermimpi maka akan mati semua angan kita. Begitupun berharap... Angkuh menyeruak.
Menyambangi "ekor tikus" yang sedari tadi hanya diam. Akhirnya bergerak juga dikau sayangku. Dengan setengah hati membuka folder-folder alfabet yang berisi gambar-gambar berwarna merona. Tetap saja tak bisa 100% dapat mengucurkan kran ide yang mampet. Begitupun berharap... Angkuh membekap.
Aku mengintip dari jendela. Ya, hujan telah reda. Seraya membolak-balik catatan pekerjaan yang tertunda oleh sundulan dan tendangan bola dipagi hari, aku pun menggeliat dan tetap kosong. Begitupun berharap... Angkuh memelukku
Hari ini berlalu dengan cepat, tanpa ada yang bisa terselesaikan. Semuanya butuh proses, pun jalur pensil menjadi sebuah guratan gambar. Yah... Proses dan masih saja proses. Biar saja tenggang waktu berlalu, toh tetap saja proses. Begitupun berharap... Angkuh merajam
Bosan dengan 17 inchi di depan mata, aku mengukur seberapa kilometer yang bisa kutempuh hari ini di lajur kiri, dan 2 liter bahan bakar yang dikompresikan piston bertenaga 110 cc hanya menjadi sampah udara. Yah, lelah di raga dan masih saja bermimpi untuk tuntas. Begitu ku berharap dengan angkuh.
-bppncaveroom 160610/01:25AM-
No comments :
Post a Comment