Monday, June 21, 2010

Jarum Jam, televisi, mimpi dan hati

Detak detik mengalun. Senyap tenggelam. Menyorot tajam dalam 21 inchi. Berkejap kemasi 3 tahun di belakang dan bergegas berjejal dalam ransel.

Hai... Penjaja impian muram, temanilah dalam lolongan purnama hari ini. Karena gerimis yg brtalu buatku sakit. Pedih. Warna merah hijau dan biru, berpendar digelap kali ke dua. Aaargh... Lelah menanti kau kembali. Serpihan yg terhanyut, berlalu.

Raga bergelimpangan, berdekap, bertalian. Ada hati yg tak sempat berucap. Sampai adzan brkumandang. Hanya bisu.

Balikpapan: 09052010/23.45pm

No comments :