Berbicara menyoal judul di atas, sebenarnya hanya kiasan belaka. Jangan menilai buku hanya dari sampul luarnya saja, yang bener ya dibeli dengan mata uang yang berlaku di tempat itu. Betul?? So cuma berbagi aja tentang IDE
Ide bagi saya adalah sesuatu yang ada disekitar lingkup hidup manusia, mulai dari bangun tidur sampai kembali bercengkrama dengan impian malam hari lagi. Maksudnya (seperti diungkap Om Bud / Lanturan tapi Relevan) Ide itu jinak2 merpati, tapi bisa membuat sebuat karya "segajah" yang fenomenal, sampai kadang2 yang menikmati karya tersebut geleng2 kepala. Kok gak kepikiran ya? Bagaimana kepikir kalo kepalanya sekeras batu? Batu gak punya otak kan?? Jadi slow but sure aja. Pada batasan yang wajar, seseorang bisa berpikir jernih dalam lamunan dan khayalan yang penuh kenikmatan batin. Sehingga pencerahan bisa datang.Sebuah contoh mudah, kadang bila kita berpikir keras untuk mendapatkan ide dan pencerahan isi otak, pikiran kita sebenarnya belum rileks. Temukan saat2 membahagiakan untuk rileks dan penuh kenikmatanya dulu, misal saat berada di toilet. Konsentrasi kita cuma gimana caranya "sampah pribadi" bisa nongol dan nyemplung ke kloset. Yang laen gak kepikiran kan?? Nah biasanya sembari menunggu sampah tadi, lamunan dan khayalan melambung tinggi. Biarkan itu... Dan "hap lalu ditangkap"-lah ide tersebut. Jangan lupa untuk terus mengingatnya sampai menyelesaikan ritual buang sampah yang jadi tujuan utama. Segera catat apapun yang tadi terlintas dalam sirkuit pikiran kita. Biarpun gak nyambung dan gila, tapi suatu saat pasti ada yang bisa digunakan menghasilkan karya. Saya menyebutnya TOILET IDEA. Mau mencoba buktikan???
*) C.Jayadi / keep fight for the right
Ide bagi saya adalah sesuatu yang ada disekitar lingkup hidup manusia, mulai dari bangun tidur sampai kembali bercengkrama dengan impian malam hari lagi. Maksudnya (seperti diungkap Om Bud / Lanturan tapi Relevan) Ide itu jinak2 merpati, tapi bisa membuat sebuat karya "segajah" yang fenomenal, sampai kadang2 yang menikmati karya tersebut geleng2 kepala. Kok gak kepikiran ya? Bagaimana kepikir kalo kepalanya sekeras batu? Batu gak punya otak kan?? Jadi slow but sure aja. Pada batasan yang wajar, seseorang bisa berpikir jernih dalam lamunan dan khayalan yang penuh kenikmatan batin. Sehingga pencerahan bisa datang.Sebuah contoh mudah, kadang bila kita berpikir keras untuk mendapatkan ide dan pencerahan isi otak, pikiran kita sebenarnya belum rileks. Temukan saat2 membahagiakan untuk rileks dan penuh kenikmatanya dulu, misal saat berada di toilet. Konsentrasi kita cuma gimana caranya "sampah pribadi" bisa nongol dan nyemplung ke kloset. Yang laen gak kepikiran kan?? Nah biasanya sembari menunggu sampah tadi, lamunan dan khayalan melambung tinggi. Biarkan itu... Dan "hap lalu ditangkap"-lah ide tersebut. Jangan lupa untuk terus mengingatnya sampai menyelesaikan ritual buang sampah yang jadi tujuan utama. Segera catat apapun yang tadi terlintas dalam sirkuit pikiran kita. Biarpun gak nyambung dan gila, tapi suatu saat pasti ada yang bisa digunakan menghasilkan karya. Saya menyebutnya TOILET IDEA. Mau mencoba buktikan???
*) C.Jayadi / keep fight for the right
No comments :
Post a Comment